Minggu, 18 Desember 2011

HIPERSENSITIF

Entah dari mana mitos ’darah manis’ itu bermula. Orangtua dulu kerap menganggap anak yang memiliki ’darah manis’ biasanya mempunyai kulit yang kurang mulus. Luka sedikit atau gigitan serangga seperti nyamuk pun dapat menimbulkan peradangan yang meninggalkan bekas. Penanggulangannya pun tak kalah penuh mitos. Anak-anak itu perlu mengkonsumsi dedaunan berasa pahit seperti daun pepaya atau jejamuan yang juga meramu bahan-bahan pahit. Tak kalah ’seram’ bahkan ada yang meyakini darah ular atau daging reptil bisa mengatasi problem itu. Apakah kulit tak mulus itu disebabkan oleh ’darah manis’?

Hipersensitifitas

Menurut Dr. Sutirto Basukit, Sp.KK dokter spesialis kulit dari rumah sakit Tarakan Jakarta, anak yang disebut-sebut memiliki kulit atau darah yang manis adalah anak yang mempunyai kulit hipersensitif. Anak-anak ini biasanya sangat sensitif terhadap gangguan kulit apapun. Tak heran bila sekedar gigitan nyamuk atau serangga dapat menimbulkan peradangan kulit yang dalam dan meninggalkan bekas. Jika pada anak-anak normal bekas gigitan nyamuk itu bisa hilang dalam satu hari atau kurang, pada anak berkulit hipersensitif memerlukan waktu 3-6 hari untuk sembuh. Bahkan butuh waktu lebih lama lagi untuk menghilangkan bekasnya.

Kelainan ini menurut dokter yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan RS Tarakan itu lebih sering terjadi pada anak yang memiliki bakat alergi atau asma. Alergi adalah kumpulan gejala akibat reaksi kekebalan tubuh (respon imun) berlebihan yang diakibatkan oleh beberapa penyebab atau alergen. Beberapa anak mengalami hipersensitif pada kulit akibat respon imun yang kebablasan.

Akibat adanya reaksi alergi, maka tubuhpun segera bereaksi. Tubuh akan melawan dengan menghasilkan lebih banyak zat antibodi jenis protein imunoglobulin E (IgE). Jenis protein inilah yang salah satunya terdapat pada kulit. Saat IgE bekerja, jaringan kulit juga turut aktif mengeluarkan zat-zat seperti histamine, Cytokines, dan leukotrines. Zat-zat inilah yang memberi respon alergi seperti gatal-gatal dan terjadi hipersensitif kulit yang menyebabkan gatal menjadi mudah meradang dan berbekas.

Kondisi ini pada umumnya merupakan gangguan yang bersifat genetik atau turunan. Jika salah satu orang tua atau salah satu keluarga si anak mengalami hipersensitif kulit, alergi, atau kecenderungan asma, maka kemungkinan anak mengalami hipersensitif kulit bisa mencapai 25-30%. Akan meningkat menjadi 60-70% jika kedua orangtuanya mempunyai bakat alergi.

Kebersihan dan ASI

Secara teoritis menurut Sutirto hipersensitif pada kulit tak bisa dihilangkan. Satu-satunya upaya yang dapat dilakukan adalah mengurangi kemungkinan peradangan pada kulit. Caranya dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan di sekitar anak. Misal, hindari penggunaan karpet yang dapat menjadi rumah tungau dan atau usahakan tempat tidur anak diberi kelambu atau dibersihkan dari nyamuk.

Upaya pencegahan lain yang sangat penting adalah dengan memberikan ASI hingga anak berusia dua tahun. Anak-anak yang memiliki bakat hipersensitifitas kulit biasanya akan terbantu dengan konsumsi ASI yang memadai. Di dalam ASI terkandung zat antibodi IgE. Mengapa diperlukan ASI sampai dua tahun? Sebab di masa batita lah kulit menjadi lebih sensitif. Setelah beranjak besar umumnya hipersensitif pada kulit akan berkurang. Bahkan pada beberapa anak hilang sama sekali. Tapi, ada pula yang gejalanya tidak berkurang sama sekali.

“Sebenarnya saya masih meragukan apakah berkurangnya gangguan tersebut karena kualitas kulit anak membaik atau karena anak semakin mengerti bagaimana caranya menjaga kebersihan kulit. Tapi yang pasti upaya pencegahan dapat mengurangi timbulnya gangguan kulit hingga 80%,”tandasnya. Mitos bahwa daun-daunan yang terasa pahit atau jamu-jamuan dapat menyembuhkan kondisi ini sama sekali tidak benar. Tetapi, memang pada beberapa jenis dedaunan ada yang mengandung vitamin B1. Sebuah penelitian menyebutkan vitamin B1 dapat meningkatkan ketahanan kulit atau mengurangi hipersensitifitas kulit. Nah bagaimana? Tak perlu kuatir ya, toh semakin besar kulit si kecil akan berubah mulus. n PG

==========================================================================

Jika Si Kecil Hipersensitif

  1. Kendalikan kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil. Pastikan rumah selalu bersih dan mandikan anak dua kali sehari. Jika masih ragu dengan kebersihan air, campurkan beberapa tetes antiseptik pada air mandinya.
  2. Pilihlah pakaian dengan berbahan yang dapat menyerap keringat dan tak membuat gatal. Hindari penggunaan pakaian dari bahan wol.
  3. Pastikan anak mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan memadai. Gizi yang baik akan meningkatkan ketahanan kulit.
  4. Ada baiknya anak yang punya bakat, mengenakan pakaian tertutup terutama di tempat yang banyak nyamuk atau serangganya. Penggunaan krim anti nyamuk dapat diberikan jika Anda yakin anak cocok dengan krim itu.

Ini aq browsing karena kulit anak q juga Hipersensitif..bingung banget cara ngatasinnya...tiap digigit nyamuk/semut,pasti lsg merah & 2hr kemudian keluar dech tuch bintik2 kyak ada cairan gitu..trus lama kelamaan ngebekas item 1bulan juga ng ilang2...kasian,masih bayi tp kulitnya udh ng mulus dimana2..untungnya sich cowok..tp tetep aja kawatir..hiks..

Selasa, 26 Juli 2011

Abhinaya Zaidan Alvaro


Alhamdulillah yang ditunggu2 udah hadir kedunia..rabu tanggal 22 Juni 2011 pukul 16.40 dengan perjuangan yg ng gampang...hhuuh...

08.20 b'awal dari rasa sakit yg aq pikir itu cm sakit biasa..suami lg mainan laptop..pukul 09.00 rasanya semakin ng karuan..wedew....??apakah ini..?sebelumnya aq sempet nyuci piring,nyuci pakaian dll..pukul 10.00 aq udh ng tahan...aq minta suami q untuk segera ke RS Bersalin..sebelumnya aq juga masih sempet mandi dl & duduk2 dl...pukul.11.25 aq & suami cabut...masuk keruang bersalin ternyata udah pembukaan 3,tapiiiii...setelah di priksa ng ada kontraksi...hadeeh solusi satu2nya yaitu dgn INDUKSI...ng lm pukul 15.58 udah pembukaan lengkap..sampai nungguin dokternya dateng aq udh ng tahan..sumpah sakit bangeeeeeet...

subhannallah...si malaikat kecil lahir dengan selamat & sehat..duuuhh senangnya...kini hari2 q & suami berasa lebih berwarna...

Sabtu, 18 Juni 2011

Kehamilan 39 minggu (kapan si dede lair ya...?)

Hhhmmm...besok udah masuh HPL (hari perkiraan lahir).tapi koq sampe sekarang belum ada tanda2 pasti persalinan ya...?aq ng sabaran banget pengen punya mainan baru,yg bisa dipakein baju,celana,dimandiin,diajakin ngobrol..aahhh pokoknya semua dech...

kadang rasa b'debar2 sering dateng b'campur bahagia...penasaran banget..mukanya mirip siapa ya..?rambutnya tebel apa botak...?kulitnya putih apa item..?idungnya mancung kedalem apa keluar...?huuuh...cepetan donk nak keluarnya..mama udah ng sabaran banget pengen ketemu kamu..betah banget sich di dalem.....?hampir setiap pagi aq jalan2 muter sekeliling rumah mertua bareng suami utk olah raga..katanya dokter sich biar otot2 disekitar paha kuat saat mengejan..b'syukur banget..aq punya suami yg selalu peduli & perhatian...setiap malem aq disuguhin susu..

Terakhir priksa ke dokter BB si dede' udah 2,8 dengan jenis kelamin laki-laki..alhamdulillah udah memasuki BB normal,dan posisi sidede'pun udah mantep banget utk keluar...subhannallah...maha besar Allah yg menciptakan manusia denga kesempurnaannya di rahim sang ibu...

Sabtu, 21 Mei 2011

LIES part II

Lies are the stories of life,
Each creative in their own little way.
Lies are for covering strife,
That about which no one should know.

Lies tell the truth in a sort,
When you play them piece by piece.
Lies make the pain go away,
For a moment just, at least.

Lies can break families apart,
When the grow and grow and grow.
Lies are killing me inside,
But its happening ever so slow.

So vanquish the lies from your heart;
From your life and your soul and your mind.
Let the truth tear the lies all apart,
And then, only then, you'll be fine.

LIES

Tell me no lies
and I'll tell you no stories
hurt me more
and it hurts me less
take my heart
and please stop hurting me
make me say it
and I'll feel sick
the things I'll say
the things you'll do
i'm come out in light

Senin, 21 September 2009

Life


Starting from the failure of life ... the problem ... .. all that delayed from it all I learned to be more resigned to stand strong in life .. an enemy in which my live . past all, present, and then I hope will be one thing that can be found at the end of eternal happiness.